Apa Efek dari Penggunaan Interactive Whiteboard dalam Mengajar

Selama beberapa tahun terakhir, penggunaan interactive whiteboard atau papan tulis interaktif semakin umum di bidang pengajaran. Penggunaan papan tulis tampaknya meningkat secara eksponensial, tetapi apakah perangkat pintar ini mampu membuat perbedaan di dalam kelas? IWB adalah layar besar yang terhubung ke komputer dan pengguna mengontrol apa yang ditampilkan di papan menggunakan komputer. Perangkat ini bisa dipasang di dinding atau juga dapat ditopang dengan menggunakan dudukan portabel. Papan tulis digital ini memiliki beberapa aksesori yang dapat digunakan oleh presenter dan audiens untuk berinteraksi dengan apa yang ditampilkan.

Banyak guru yang sudah mengadopsi penggunaan papan tulis ini. Efeknya terhadap prestasi siswa dibandingkan dengan papan tradisional telah diketahui melalui beragam penelitian. Sebuah studi menunjukkan bahwa ada peningkatan 16 persen dalam kinerja siswa ketika interactive whiteboard digunakan. Kendati demikian, papan tulis canggih ini juga masih memiliki kekurangan dibandingkan dengan papan tulis standar yang dipasang di dinding; contohnya, ketidakmampuan beberapa siswa untuk mengikuti pelajaran dikarenakan perubahan informasi yang cepat di papan tulis.

Guru yang sudah beralih dari papan tulis tradisional telah melihat efek positif dari penggunaan papan tulis interaktif terhadap siswa. Guru telah mengubah gaya mengajar mereka untuk membuat siswa terlibat dalam proses pembelajaran dan cara ini lebih mudah untuk membangkitkan minat siswa dan melibatkan partisipasi mereka bahkan pada mata pelajaran yang sulit. Papan tulis interaktif memiliki keunggulan dalam mata pelajaran yang membutuhkan lebih banyak presentasi visual dari informasi seperti seni dan kerajinan, biologi, arsitektur, dan lainnya.

Penggunaan papan tulis interaktif dalam mengajar memang belum terlalu banyak; alasannya karena harga perangkat yang relatif mahal dan cara penggunaannya yang dianggap masih baru bagi kebanyakan guru. Menurut penelitian, guru yang dapat menggunakan papan tulis secara efektif untuk mengajar adalah mereka yang telah menggunakannya setidaknya selama dua tahun. Karena itu, guru-guru yang belum melek teknologi akan mengajar lebih baik jika mereka menggunakan papan tulis tradisional dalam mengajar.

Menurut beberapa orang, tidak masalah jika itu papan tulis kaca, papan tulis interaktif, atau papan tulis standar digunakan untuk mengajar; seorang guru yang baik dapat menggunakan banyak media untuk menyampaikan informasi dan melibatkan partisipasi siswa sambil fokus pada konten dan bukan bagaimana konten tersebut disajikan. Akan tetapi, fleksibilitas papan tulis interaktif sulit dikalahkan dengan metode presentasi tradisional sehingga menjadi alasan yang kuat untuk diadopsi di sekolah dan lembaga lain.

Interactive whiteboard yang terpasang di dinding adalah peralatan teknologi dan dapat dengan mudah membuat bingung pengajar meski yang sudah berpengalaman sekalipun. Kemampuan seorang guru untuk memecah pelajaran menjadi informasi yang dapat dikelola sebelum mengatur dan menyiapkan flipchart digital, adalah faktor yang menentukan apakah papan tulis dapat digunakan secara efektif di lingkungan kelas. Ada sejumlah informasi yang harus dimuat dalam satu halaman flip chart. Jika terlalu banyak atau terlalu sedikit informasi yang disuguhkan, maka akan mengganggu proses belajar dan itu dapat menyebabkan beberapa siswa tertinggal.

Sebagai kesimpulan, IWB atau interactive whiteboard sangat membantu saat mengajar tetapi guru juga harus dilatih tentang cara terbaik menggunakan teknologi dalam mengajar. Melotronic.com