Cara Mengatasi Anak yang Suka Menjerit

Cara Mengatasi Anak yang Suka Menjerit

Si kecil kegemaran menjerit? Mungkin, sewaktu mereka bayi, kita masih memandangnya lucu. Namun, seiring meningkatnya usia, ternyata anak malah kian senang menjerit. Tidak melulu mengganggu pendengaran orang sekitar, kelaziman ini juga dominan buruk untuk pita suaranya. Bagaimana teknik mengatasi anak yang suka menjerit?

Sebelum menggali solusi, tahapan kesatu ialah mencari penyebab anak suka menjerit. Bila masih bayi, ini adalahperkembangan yang normal. Di umur lima sampai tujuh bulan, si kecil memang sedang senang-senangnya bereksperimen dengan suara sendiri.

Namun, ketika sudah satu tahun ke atas, kelaziman ini usahakan segera dikurangi. Apalagi bila anak merasa bahwa menjerit ialah satu-satunya cara supaya diperhatikan atau menemukan keinginannya. Inilah lima (5) teknik mengatasi anak yang suka menjerit:

Bicaralah dengan nada yang pelan dan lembut

Baik sebagai orang tua maupun guru, teknik ini dapat Anda lakukan. Bila si kecil menjerit, jawablah dengan https://www.studybahasainggris.com/ nada pelan dan lembut. Cara ini inginkan tidak inginkan memaksa mereka guna diam supaya bisa memperhatikan Anda dengan lebih jelas.

Di samping itu, lama-lama anak bakal belajar meniru tindakan Anda. Setiap kali berkata dengan mereka, pakai nada yang pelan dan lembut. Boleh emosi bila mereka mengerjakan kesalahan, namun usahakan tidak boleh terlalu tidak jarang membentak.

Mencoba mengetahui perasaan anak

Cara menanggulangi anak yang suka menjerit tidak melulu asal tidak mengizinkan mereka. Tanyakan perasaan anak. Bila rewel karena jenuh atau panas, bujuklah supaya bersabar. Cobalah memindahkan perhatian mereka dengan camilan atau minuman.

Bila anak menjerit karena hendak dibelikan mainan, katakan bahwa ini bukan teknik yang baik guna meminta. Di samping itu, si kecil pun harus paham bahwa tidak seluruh keinginannya tidak dapat selalu langsung dipenuhi. Tentu saja, Anda mesti bersabar mengajari mereka berulangkali sampai mereka mengerti.

Terapkan kepandaian ‘indoor voice’ dan ‘outdoor voice’

Ini juga dapat dijadikan teknik mengatasi anak yang suka menjerit. Misalnya: kode ‘indoor voice’ berarti mesti berkata pelan di tempat-tempat tertentu, seperti: rumah, lokasi ibadah, saat berangjangsana ke lokasi tinggal keluarga atau teman, dan lain-lain.

Sementara itu, kode ‘outdoor voice’ dapat digunakan https://www.bahasainggris.co.id/ ketika anak berada di lokasi super bising. Contoh: taman bermain anak-anak, di mana mereka dapat bebas bersenang-senang, menjerit, dan tertawa-tawa lepas. Bukan asal melarang, tetapi mengajari anak supaya mampu memisahkan waktu dan lokasi untuk bebas berekspresi.

Diam

Pernah menyaksikan anak dan orang tua yang cekcok dan berlomba dalam menjerit? Kadang diam dan memasang ekspresi dingin malah lebih efektif. Misalnya: ketika si kecil menjerit-jerit, lumayan diam dan tatap mereka sampai mereka sadar. Biasanya, mereka bakal jengah sendiri dan otomatis berhenti.

Begitu keadaan sudah sunyi, Anda dapat mengingatkan mereka dengan kaa-kata seperti: “Nah, bila begini enak. Kita dapat mengobrol. Mama/Papa lebih senang anda begini daripada menjerit laksana tadi.”

Beri anak perkataan terima kasih dan pujian sebab mau berhenti menjerit

Ini juga teknik mengatasi anak yang suka menjerit yang efektif. Setiap anak tentu senang dipuji, lagipula bila tahu yang mereka lakukan dominan positif.

Setiap kali si kecil inginkan berhenti menjerit, Anda dapat mengucapkan terima kasih. “Terima kasih ya, Adik telah mau berhenti menjerit. Soalnya nanti telinga Mama sakit bila Adik menjerit terus. Adik nggak inginkan ‘kan, bila Mama sakit?” kita juga dapat memuji mereka dengan teknik lain.