Desain Rumah Dari Hobi Jalan-Jalan

Desain Rumah Dari Hobi Jalan-Jalan

Desain Rumah Dari Hobi Jalan-Jalan – Mulai New York hingga Cikapundung, Bandung. Inspirasi rumah pasangan ini berasal dari hobi jalan-jalan dan blusukan ke pasar loak. Pertama kali saya menginjakkan kaki ke dalam rumah ini, kami dapat langsung melihat barang-barang antik terpajang di rak besi. Di sana ada radio lama, mesin jahit, setrika, dan kamera analog. Pemilik rumah ini, Ari Saputra dan Roslina Saputra, memang menyukai barang antik. Itu sebabnya, barang antik jadi hiasan utama di sini. Mereka hobi blusukan, berburu barang antik. Beberapa dari barang antik ini mereka peroleh dari Pasar Loak Cikapundung, Bandung, atau flea market saat ke luar negeri.

Dari New York

Bukan hanya barang antik. Dalam mendesain rumah, Ari dan Rosa begitu mereka disapa mengaku kerap mendapat inspirasi dari instagram, pinterest, blog luar, atau kafe-kafe. Dari desain-desain itu, kita ambil yang sesuai dan yang cocok sama rumah kita, tutur Rosa. Bila diperhatikan, rumah ini memang banyak menggunakan bata ekspos, mulai dari fasad sampai dinding interiornya. Ari menceritakan bahwa ide ini ia dapat saat traveling ke New York. Ia melihat tidak sedikit apartemen atau flat di tempat itu yang menggunakan bahan dari bata ekspos dan tampak sangat menarik. Kalau dilihat-lihat kan ukuran dan modelnya tidak terlalu beda sama di Indonesia, makanya saya coba terapkan bata ekspos itu di sini, ujar Ari. Beberapa furnitur yang berada pada rumah barunya ini, rata-rata merupakan berasal dari rumah yang sebelumnya mereka huni, misalnya sofa pada ruang tamu. Warna sofa tersebut tadinya ialah krem. Kelamaan, warna sofa menjadi pudar dan terkesan kotor. Akhirnya, ia ganti kulit sofanya dengan warna biru denim.

Tambah banyak Ruang

Ketika ditanya soal desain, Ari dan Rosa mengaku awalnya mereka berkeinginan untuk merenovasi rumah yang mereka tinggali, namun akhirnya mereka justru mengubah niat mereka tersebut karena biaya yang dipatok oleh arsitek membuat mereka berpikir dua kali. Setelah menimbang-nimbang, Ari dan Rosa akhirnya mengalokasikan dana renovasi tersebut untuk membeli rumah yang baru ditinggali selama 2 bulan ini. Karena biayanya mahal, jadi mending buat beli rumah baru aja kan, ujar Rosa diselingi dengan tawa renyah. Setelah mencari-cari, ia dan suami pun jatuh hati pada rumah yang letaknya tak jauh dari rumah lamanya ini, hanya berbeda gang saja. Namun, setelah membeli rumah ini, Ari dan Rosa melakukan renovasi di beberapa titik sebab menurutnya, layout rumah ini terlalu jadul.

Salah satu ruang yang direnovasi adalah ruang TV. Tadinya ini ruang tidur, tapi kita mau semua area istirahat letaknya di lantai atas, jadi kita ubah kamar ini jadi ruang TV tanpa sekat agar terlihat luas, ujar Ari yang berprofesi sebagai fotografer di salah satu media massa ini. Selain untuk investasi, alasan lain keluarga ini pindah rumah ialah karena kebutuhan ruang yang lebih besar dan luas. Di rumah lamanya, jumlah ruang tidak terlalu banyak. Hal ini membuat rumah terlihat sesak dan penuh. Dengan hijrah ke rumah barunya ini, kebutuhan ruang semua terpenuhi, ada dua ruang tidur, ruang TV, ruang kerja, sampai ruang bermain untuk anak perempuannya. Mengenai konsepnya, Rosa yang berprofesi sebagai IT Director ini menceritakan, awalnya ia ingin mengaplikasijan konsep industrial untuk rumhanya ini, namun hal itu ia batalkan. Maunya sih industrial tapi kok kayaknya boring banget ya kalau semuanya pakai industrial, ujar ibu satu anak ini. Akhirnya, ia memberikan sentuhan industrial hanya pada rak besi yang kehadirannya berfungsi sebagai partisi antara foyer dan ruang tamu saja.

Saat saya bertanya apa yang kurang dari rumah ini, ia menjelaskan rumah ini belum ada gensetnya, jadi sedikit repot jika listrik mendadak mati. Namun dalam waktu dekat Rosa akan datang ke distributor genset yanmar 15 kva silent untuk membeli genset yang pas bagi rumah tinggalnya.