Info dan Tips Seputar Bayi

Takut kepada orang asing

originals.id – Coba deh ajak bayi Mama yang berusia sekitar 6—12 bulan untuk bertemu dengan orang asing alias yang belum dikenalnya. Sangat mungkin si kecil akan menangis ataupun menyembunyikan wajahnya dalam dekapan Mama. Hal ini wajar kok, Mam, bagian dari tahapan perkembangan yang memang harus dilalui. Rasa takut ini tidak menggambarkan tipe pengasuhan orangtua dan tidak juga mengindikasikan ketidakamanan yang dirasakan oleh bayi. Apa yang dapat Mama lakukan? Tetap bersikap tenang, ini yang utama. Ketika Mama mampu bersikap tenang terhadap orang lain, si kecil pun akan melakukan hal yang sama. Bayi belajar dari lingkungan terdekat.

Untuk itu, segeralah menyapa orang baru dengan senyum ramah. Berdasarkan reaksi Mama terhadap orang lain, bayi secara tak langsung belajar pula cara menghadapi orang lain. Jadi Mam, jangan bersikap takut atau khawatir terhadap orang asing, ya. Bisa-bisa nanti sang buah hati akan mengikuti sikap itu.

Gosok gigi yang tepat

Merawat gigi susu penting, karena gigi susu yang sehat merupakan penuntun pertumbuhan gigi tetap si kecil. Salah satu perawatan gigi yang dapat dilakukan adalah dengan menyikat gigi. Sikatlah gigi sedini mungkin. Jangan beranggapan bayi yang belum belum memiliki gigi tidak memerlukan perawatan. Sebaiknya, semenjak bayi sudah dibiasakan membersihkan gigi. Caranya: gunakan kasa yang dicelup air hangat. Lilitkan kain kasa tersebut di ujung jari telunjuk Mama, lalu usapkan perlahan pada lidah dan gusi bayi. Untuk bayi yang sudah tumbuh gigi susu dapat menggunakan sikat gigi khusus bayi, namun jangan gunakan pasta gigi dahulu. Biasakan bayi menyikat giginya 2 kali sehari, terutama pagi dan malam sebelum tidur.

Baby Walker? Oh, Tidak!

Untuk melatih bayi belajar berjalan bayi, ada beberapa alat bantu yang dapat dimanfaatkan. Ada yang berupa mainan, seperti mobil-mobilan yang dapat didorong sehingga bayi terangsang untuk melatih kemampuannya berjalan sambil mendorong-dorong mainan tersebut. Pilihan lainnya, alat bantu yang lebih sederhana berupa tali yang dikaitkan ke tubuh sehingga dapat dengan mudah membantu si bayi berjalan tanpa khawatir terjatuh. Dengan semakin banyak pilihan, Mama dapat memilih yang sesuai kebutuhan. Satu hal yang patut diperhatikan oleh Mama dalam memilih alat bantu berjalan adalah menghindari penggunaan baby walker. Baby walker memang tidak disarankan karena dapat menganggu perkembangan otot-otot kaki. Salah satunya, telapak kaki bayi jadi tidak dapat menapak dengan baik, cenderung jinjit. Selain itu, alat ini bisa memunculkan bahaya, semisal bayi terjungkal. Kecelakaan seperti ini bisa serius akibatnya terhadap si bayi.