Jadwal TV – Menonton Vs Membaca

Entah apa yang membuat si kotak ajaib menjadi demikian vital dalam kehidupan. Yang pasti, kota ajaib ini menyampaikan informasi yang lebih, bahkan sangat, cepat ditangkap oleh otak. Ya. Otak manusia cenderung lebih cepat menerima sesuatu yang berbau visual atau gambar dibanding sesuatu yang berwujud tulisan, misalnya buku atau koran. jadwal tv

Oleh sebab itu, mencari informasi dari menonton si kotak ajaib cenderung lebih dipilih daripada mencari informasi dari membaca. Ketika disodori sebuah tontonan, otak akan merespon dan menyerap informasi dengan cepat. Sebaliknya, ketika disodori bacaan, otak akan memerintahkan seluruh alat indra, terutama mata, untuk mengantuk dan lemas.

Celakanya, masyarakat Indonesia cenderung hidup dengan tradisi informasi lisan. Dalam arti, membaca tidak melekat dalam budaya kita sehingga kehadiran sang kotak ajaib diterima dengan sangat mudah dan mempengaruhi segala aspek kehidupan. Berbeda dengan masyarakat Jepang yang budaya bacanya sangat kuat, kehadiran si kotak ajaib tidak begitu mempengaruhi aspek kehidupan. Orang Jepang tidak menganggap hidup mereka harus disia-siakan dengan menjadi penonton saja. Merekac malu kalau tidak terlihat sedang bekerja. Mereka malu kalau setiap hari hanya berada di depan kotak ajaib dan tidak menghasilkan apa-apa.

Betapa berbedanya dengan bangsa Indonesia. Bangsa ini malu kalau terlihat bekerja terus. Mereka tak mau dikatakan sebagai orang yang tak tahu perkembangan acara televisi. Mereka lebih senang kalau orang bertanya tentang program yang ada di kotak ajaib itu. Mereka lebih hapal nama-nama artis, judul-judul sinetron dan alur ceritanya daripada nama-nama sahabat Nabi Muhammad saw dan perjuangan para sahabat menegakkan kebenaran. Mereka lebih rela menghabiskan waktunya untuk berleha-leha daripada menggunakan otaknya untuk membuat sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan orang lain.

Harus ada dobrakan spektakuler untuk tidak terlalu akrab dengan kotak ajaib satu ini. Kalau tidak, bangsa ini hanya akan menjadi bangsa pemakai. Bangsa pengguna tanpa mampu memproduksi apapun. Bangsa ini akan menjadi bangsa penonton. Semua harus bergerak agar keberadaan si kotak ajaib tidak menjadi bagian utama dari kehidupan. Harus ada kampanye yang membuat semua orang tidak ingat dengan keberadaan si kotak ajaib. Aktivitas yang lebih bermanfaat itu memang harus diciptakan agar semua orang lupa bahwa ada kotak ajaib yang kadang tidak mendatangkan manfaat apa-apa.