Mengapa Obat Sirop Lebih Baik daripada Obat Puyer? Bagian 2

MENGAPA OBAT SIROP?

sat-jakarta.com – Lantas, bagaimana dengan bayi dan balita yang umumnya belum mampu menelan obat dalam bentuk tablet ataupun kapsul? Tentu solusinya bukan obat puyer, melainkan obat dalam bentuk sirop! Rasanya cenderung manis dan enak (karena ditambah pemanis atau bahan pengaroma) sehingga memudahkan anak untuk minum obat. Obat jenis ini juga lebih mudah diserap tubuh sehingga upaya penyembuhan diharapkan lebih cepat.

Sebelum Membeli Obat Sirop:

1. Periksa kemasannya apakah dalam kondisi tertutup, tidak rusak dan masih tersegel sehingga dapat dipastikan stabilitas produk masih terjaga.

2. Periksa masa kedaluwarsa obat yang tertera dalam kemasan produk obat. Masa kedaluwarsa obat menunjukkan masa stabilitas suatu produk dan merupakan indikasi seberapa lama diperbolehkan untuk menggunakan obat tersebut.

3. Tanyakan kepada apoteker atau petugas farmasi tentang informasi penting lainnya yang terkait penggunaan dan penyimpanan obat sirop. Setiap obat mengandung bahan obat, bahan tambahan dan cara produksi yang berbeda sehingga informasi spesi­ k terkait obat perlu ditanyakan.

Sebelum Menggunakan Obat Sirop:

1. Perhatikan cara pakai obat. Selain diminum dengan menggunakan sendok, beberapa sediaan likuida/ cair juga diberikan dalam bentuk tetes (drop) khususnya bagi balita.

2. Cermati aturan pakainya. Aturan pakai obat akan berpengaruh pada efekti­ tas dan keamanan terapi. Misal, obat yang diberi aturan pakai sehari tiga kali, maka obat tersebut pada dasarnya diminta untuk dikonsumsi tiap 8 jam agar menghasilkan efek terapi yang sesuai sehingga usahakan tiap 8 jam mengonsumsi obat ini. konsumsi obat yang tidak sesuai dengan aturan dokter yang tepat dapat mengakibatkan dosis berlebihan yang berbahaya bagi tubuh.

3. Biasanya obat bentuk likuida/cair disertai dengan keterangan “Kocok dahulu” khususnya bagi sediaan suspensi dan emulsi. Untuk itulah kocok obat terlebih dahulu sebelum dikonsumsi agar tercamur merata.

4. Taati takaran pemakaiannya. Takaran pakai obat akan sangat memengaruhi keberhasilan suatu terapi. Jika aturan pakai obat sirop yang diterima adalah dalam takaran sendok teh, berarti harus mengonsumsinya sejumlah 5 ml; jika dalam takaran sendok makan, jumlah yang harus dikonsumsi adalah 15 ml.