Sandalwood Boutique Hotel Bergaya Vintage di Lembang

Sandalwood Boutique Hotel

Sandalwood Boutique Hotel – Properti masih dianggap sebagai bisnis yang menjanjikan. Tantangannya adalah membuatnya berkembang menjadi bisnis yang membawa keuntungan yang berkepanjangan. Pengusaha perorangan melirik penginapan sebagai salah satu bentuk bisnis properti yang akan terus tumbuh, dimana inovasi dan komitmen terhadap customer value menjadi kunci untuk meraih sukses.

Setelah melakukan perjalanan selama kurang lebih tiga jam dari Jakarta, pada akhirnya saya tiba di Lembang, kota yang terletak di sebelah utara Bandung, Jawa Barat. Saat tiba di hotel yang dituju, saya disambut oleh suasana sekitar yang tenang dan udara yang sejuk. Sandalwood, hotel butik bergaya arsitektur mediterania dengan sentuhan vintage nan romantis. Saat memasuki pintu utama untuk menuju lobi, siapapun akan tertegun dengan interior hotel yang dirancang sedemikian unik dan berkesan cozy.

Sandalwood Boutique Hotel diresmikan dua tahun yang lalu oleh pengusaha lokal Billy Mamola, yang juga merupakan pendiri dan pemilik tempat wisata yang terkenal di Lembang, De Ranch. Tidak hanya dikenal karena passion beliau dalam menunggang kuda. Billy juga terkenal sebagai tokoh lokal yang sukses membawa pariwisata Lembang ke level yang lebih tinggi. Sebelum diubah menjadi hotel, Billy membeli rumah dan tanah tersebut 20 tahun lalu untuk rumah tinggal keluarga. Setelah anak-anaknya tumbuh dewasa dan pindah keluar kota, rumah tersebut dirasakan terlalu besar untuk ditinggali hanya bersama istrinya. Kemudian ide bisnis muncul, Billy dan keluarga memutuskan untuk mengubah properti tersebut menjadi sebuah penginapan bed & breakfast (B&B) yang diberi nama Billy House, yang kemudian berkembang dan berganti nama yang dikenal sampai saat ini dengan nama Sandalwood Boutique Hotel.

Hotel butik adalah penginapan berskala kecil sampai dengan menengah dengan status kepemilikan perorangan atau independen. Biasanya, hotel butik memiliki 10 sampai dengan 100 kamar yang berdiri diatas bangunan kuno dan diisi dengan mebel-mebel yang indah. Sandalwood Boutique Hotel telah bertransformasi menjadi solusi akomodasi full stop yang menawarkan tidak hanya butik hotel berkualitas baik, tapi juga sebuah destinasi untuk relaksasi yang sunyi dan intim jauh dari hingar bingar perkotaan. Memiliki taman dan halaman yang luas, Sandalwood memiliki okupansi maksimum 35-40 tamu dengan jumlah kamar sebanyak 15. Ms. Evita Disando Lumban Radja, Marketing Manager Sandalwood Boutique Hotel mengatakan, Kebanyakan tamu kami datang dari lokal, sebagian besar dari Jakarta dan Bandung, yang datang untuk relax pada akhir pekan dan masa liburan. Kami juga kedatangan tamu warga negara asing yang lebih memilih untuk tinggal lebih lama, dan beberapa sudah menjadi pelanggan reguler kami. Evi menjelaskan bahwa kepuasan pelanggan adalah kunci penting dalam meningkatkan jumlah pelanggan tetap, membuat mereka merasa di rumah sendiri dan melampaui harapan mereka.

Sandalwood telah mengalami beberapa kali renovasi dan setiap kamar dirancang dan dihias dengan tema yang berbeda mengikuti tren terkini tanpa mengurangi kenyamanan dan sentuhan klasik sang hotel. Terletak di dataran tinggi yang berhawa sejuk, Sandalwood memaksimalkan penggunaan sirkulasi udara alami. Saat ini, sebagian besar kamar-kamar hotel tidak dilengkapi dengan fasilitas pendingin udara agar para tamu mendapatkan eksposur udara yang lebih segar dan sehat. Kami menggunakan mebel berkualitas tinggi yang biasa dibuat khusus. Kami mengaplikasikan tema-tema kreatif untuk interior dan sistem sirkulasi alami pada setiap kamar. Aplikasi ini membuat para tamu merasa lebih senang dan santai, jelas Evi tentang interior hotel yang juga ditempati untuk pertemuan perusahaan, pesta pernikahan, dan acara musiman.

Meskipun hotel ini kecil dan bukan bintang lima, untuk fasilitasnya tidak kalah keren dengan hotel bintnag lima. Sandalwood hotel memiliki fasilitas gratis wifi berkecepatan tinggi, taman bermain yang luas, selimut tebal, karus tidur yang nyaman serta pemandangan alam yang masih asri. Listrik cadanganya, hotel ini memilih menggunakan genset yanmar buatan Jepang lantaran kualitas serta kehebatan genset tersebut sudah terbukti bagus. Harga yanmar genset untuk hotel sangat beragam, tergantung dari besarnya kapasitas listrik yang dibutuhkan.