Tips Jitu Menabung di Dua Rekening yang Berbeda

Tips Jitu Menabung di Dua Rekening yang Berbeda

Perkembangan teknologi memang bisa mengubah pola hidup masyarakat di arah yang semakin konsumtif. Contohnya seperti belanja online dan melakukan transaksi berbasis online yang lainnya. Bila tidak bisa mengontrol diri dengan baik, uang gaji bisa saja ludes dalam waktu singkat. Bukan hanya itu, hutang bisa saja menumpuk dimana-mana. Sebagai seorang manusia, kita sebetulnya memiliki cara untuk mengontrol keuangan.  Salah satunya adalah menabung di rekening berbeda.

Lantas, bagaimana cara menabung di dua rekening berbeda? Berikut beberapa tips yang bisa Anda ikuti.

Tak Perlu Gunakan Internet Banking

Internet banking sebenarnya bisa membuat tabungan kita menjadi semakin ludes. Mengapa bisa demikian? Karena kita bisa menggunakan layanan ini kapan pun dan dimanapun Bidiknomor, selain itu proses transaksi bisa berjalan dengan lebih cepat dengan sistem ini. Agar tabungan semakin bertambah setiap bulan, hindari menggunakan layanan internet banking di rekening khusus tabungan.

Usahakan Membawa Uang Cash

Kesalahan finansial ini juga sering kita lakukan, yakni membawa ATM kemana pun kita pergi, sehingga uang yang berada di ATM tak pernah bertambah malah berkurang. Anda harus ingat jika rekening tabungan Anda sudah dikhususkan untuk menabung. Sehingga jangan menggunakannya untuk belanja lain-lain. Lebih baik, bawa uang tunai kemana pun, lebih-lebih saat ingin belanja.

Catat Pengeluaran Bulanan

Jangan lupa catat semua pengeluaran bulanan, entah besar atau kecil. Gunanya untuk mengetahui arus kas selama 1 bulan. Catatan ini juga dapat digunakan untuk pedoman dalam mengatur keuangan.

Gunakan Sistem Autodebet Pada Rekening Tabungan

Sistem autodebet atau pemotongan otomatis di rekening tabungan. Sistem ini sering berlaku di perusahaan besar. Sistem ini bisa membuat tabungan Anda terkumpul dalam beberapa tahun. Hal ini disebabkan karena gaji yang diterima akan langsung masuk rekening tabungan sehingga tidak akan ada lagi sikap konsumtif. Jumlah uang yang harus diautodebet bisa 20 hingga 30% dari penghasilan Anda.

Hal yang tak boleh dilupakan ketika menabung adalah komitmen, jika sudah berkomitmen untuk menyisihkan uang, sepertinya tak ada masalah lagi.